Posts

Showing posts from September, 2017

Switcher Video

Image
Dalam sistem video, switcher video adalah bagian dari proses. Seperti yang terlihat pada gambar di samping, switcher video menerima masukan sinyal video dari beberapa alat seperti kamera, VTR ( Video Tape Recorder = alat perekam dan pemutar materi berbentuk pita kaset), CG ( Computer Graphic = komputer pembangkit teks/huruf ), framesync (alat untuk mensinkronisasi sinyal video) , playout server (alat untu k memutar materi berbentuk file) dan lain sebagainya. Semua sinyal video yang masuk ke switcher video tersebut kemudian diolah dan keluarannya yang biasanya disebut sebagai sinyal video program terlebih dahulu dimasukkan ke VDA ( Video Distribution Amplifier ) untuk sinyal video analog dan DDA ( Digital Distribution Amplifier ) untuk sinyal video digital yang selanjutnya didistribusikan ke beberapa alat, seperti ke VTR, SSD ( Solid State Drive = alat perekam berbentuk hardisk), pemancar, SNG ( Satellite News Gathering ), video server, monitor, dan lain sebagainya. Switcher video umumn...

Speaker Monitor (Bagian 2)

Image
Artikel berikut ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya Untuk penyetelan speaker monitor di tiap-tiap posisi biasanya berbeda antara satu dengan lainnya. Misalnya untuk speaker monitor gitar, sang gitaris tidak memerlukan suara gitarnya terlalu keras di speaker monitor gitar, akan tetapi membutuhkan suara yang keras untuk vokal, drum, bass dan keyboard. Begitu juga dengan sang penyanyi, dia tidak membutuhkan suara vokal yang keras di speaker monitor vokalnya, akan tetapi dia membutuhkan suara yang keras dari gitar, bass, keyboard dan drum. Hal itu berlaku untuk speaker monitor lainnya sehingga masing-masing speaker monitor harus disetel tersendiri sesuai dengan kebutuhannya. Speaker monitor dirancang untuk memberikan respon frekuensi datar sehingga sinyal audio direproduksi dengan tepat. Desain monitor difokuskan untuk menghindari peningkatan artifisial bass, treble atau frekuensi lainnya dalam upaya untuk membuat speaker berbunyi 'baik' (sound good) dan untuk menghindari...

Speaker Monitor

Image
Speaker adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah sinyal listrik yang dihasilkan dari pengolahan mixer audio menjadi sinyal suara yang bisa didengar dengan jelas oleh telinga manusia. Seperti yang terlihat di atas, speaker adalah salah satu komponen output (keluaran) dalam sistem audio. Berdasarkan fungsinya, sebagaimana halnya dengan mixer audio, maka speaker juga terbagi ke dalam beberapa bagian. Keluaran dari mixer audio broadcast biasanya hanya ke speaker control yang ada di control room saja, sehingga cukup dengan menggunakan out L-R dari monitor out. Keluaran dari mixer audio FOH (Front Of House) biasanya hanya ke speaker PA (public address) yang berada di depan set atau panggung saja, sehingga cukup dengan menggunakan out L-R dari monitor out atau master out saja. Speaker PA adalah bahasa profesional untuk speaker yang menghadap penonton. Sementara itu, keluaran dari mixer monitor biasanya akan didistribusikan ke beberapa speaker monitor. Berbeda dengan mixer broadcast dan...

Kamera Televisi (Bagian Ke 4): Camera Head

Image
Camera Head (Kepala Kamera) terdiri dari: 1. Sistem Optik Interval Semua kamera televisi berwarna menggunakan sistem optik bagian dalam, yang memisahkan cahaya yang difokuskan oleh lensa ke dalam 3 warna primer. Sistem optik yang biasa digunakan adalah prism beam-splitter , yang menerima sumber cahaya secara maksimum dan sedikit sinar yang hilang atau distorsi optik. Kamera televisi yang lebih murah harganya menggunakan sistem optik cermin dikroik . 2. Photoelectric Transducer Berfungsi mengubah bayangan optis ke dalam sinyal elektronik atau sinyal video. 3. CCD ( Charge coupled device )

Kamera Televisi (Bagian Ke 3) : Sifat-sifat optik lensa

Image
Artikel Berikut ini adalah kelanjutan dari Artikel Sebelumnya 1.2 Bidang kedalaman ( depth of field ) Bidang kedalaman ( depth of field ) adalah bidang dimana obyek-obyek di depan dan di belakang obyek utama nampak fokus. Bidang kedalaman sangat penting untuk hal-hal teknis dan estetis. Secara teknis, shoot dengan bidang kedalaman yang luas memudahkan kameraman mengikuti action, gerakan obyek. Bidang kedalaman yang sempit mengharuskan anda secara terus menerus harus mengubah fokus, apabila obyek atau kamera sendiri bergerak. Secara estetis, bidang kedalaman sangat berperan dalam menciptakan perspektif visual pada keseluruhan shot. Tiga hal yang menentukan bidang kedalaman adalah : 1. Panjang fokal lensa, lebih pendek panjang fokal atau lebih lebar sudut pandang lensa zoom, lebih dalam/lebar bidang kedalaman. Panjang fokal ditambah, bidang kedalaman menyempit. 2. F-stop, bukaan iris, lebih kecil lensa dibuka (lebih besar nomor f-stop) lebih luas bidang kedalaman. Bila kita buka iris (...