Posts

Showing posts from 2010

SBY: TV Digital Bikin Kumis Pakde Karwo Makin Kinclong

Image
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampil santai saat meresmikan pemancar digital milik LPP TVRI. SBY bahkan sempat beberapa kali melontarkan candaan soal kumis dan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Candaan tersebut dilontarkan SBY dalam video conference dengan Gubernur Jawa Timur, Sukarwo. "Kumis Pakde Karwo jadi lebih terang gara-gara TV digital," canda SBY yang melakukan video conference dari Auditorium TVRI di Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010). Yang diajak bercanda pun tak mau kalah. "Dengan kumis ini justru bisa menimbulkan kemesraan dan menghilangkan kemiskinan," kata dia yang disambut gelak tawa para hadirin. Sukarwo di sela video conference mengajak SBY berdoa agar Timnas bisa menang saat menghadapi partai tandang di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 26 Desember mendatang. "Mari kita berikan doa restu untuk Timnas. Kalau Timnas kita menang, patut kita syukuri. Tapi kalau Timnas Malaysia kalah, juga kita syukuri," canda presiden y...

3 Pertanyaan Penting Sebelum Membeli TV 3D

Image
Bioskop di Indonesia, terutama di kota-kota besar, telah rutin menayangkan film tiga dimensi (3D) untuk memanjakan penonton dan meningkatkan pendapatan. Pengalaman menyaksikan film 3D memang berbeda dari menonton film format standar (2D). Bukan hal tidak mungkin untuk menghadirkan pengalaman itu di rumah sendiri. Tentunya, untuk itu dibutuhkan pesawat televisi dengan kemampuan 3D. Beberapa produsen elektronik terkemuka pun sudah menyiapkan produk unggulannya. Sebelum memutuskan akan membeli atau tidak, berikut adalah tiga pertanyaan yang penting untuk dijawab calon konsumen TV 3D, seperti dikutip dari Wired, Rabu (1/12/2010). 1. Apakah Ruangannya Cukup? Jika mau mendapatkan pengalaman 3D yang 'serius', pengguna harus memilih TV dengan layar besar. Idealnya, ukuran layar minimal adalah 42 inchi. TV sebesar itu tentunya butuh ruangan yang besar pula. Belum lagi, jarak menyaksikannya juga harus optimal. Panduannya, untuk tayangan dengan resolusi 1080p, kal...

Jangkau Pulau Terluar, TVRI Operasikan 12 Stasiun Transmisi

Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) resmi mengoperasikan 12 dari 30 stasiun transmisi penyiaran yang tersebar di seluruh Indonesia. Keduabelas stasiun transmisi itu akan menyebarluaskan penyiaran lembaga penyiaran publik pelat merah itu ke wilayah perbatasan dan pulau terluar wilayah Indonesia. Peresmian pengoperasian stasiun transmisi TVRI itu dilakukan simbolis di kantor Stasiun TVRI Kalimantan Timur oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Jl Ery Suparjan,Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (6/11/2010). Menurut Dirut Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Imma Sunarya, pengoperasian 12 stasiun transmisi yang berada di Nunukan, Malinau, Samarinda, Balikpapan di Kaltim dan juga di Papua, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur serta Maluku itu merupakan bantuan pemerintah melalui program ITTS (Improvement on Television Transmitting Station). "Totalnya ada 30 Stasiun Transmisi di daerah perbatasan dan pulau terdepan.Sementara baru 12 yang kita operasik...

'Sulit Satukan Telekomunikasi dan Penyiaran'

UU Konvergensi bisa saja disahkan pada 2011. Namun undang-undang yang masih berupa rancangan itu punya tantangan cukup berat, karena tak mudah menyatukan regulasi telekomunikasi dan penyiaran. "Hal yang paling sulit adalah menyatukan industri telekomunikasi yang higly regulated dan interdependensinya tinggi, dengan penyiaran yang less regulated dan tidak ada interdependensi antar player, juga dengan ICT sector yang self regulated," demikian pendapat Wakil Sekjen Mastel, Teguh Anantawikrama. Menurut dia, hal itu menjadi isu utama yang perlu dibahas tuntas dalam RUU Konvergensi. Isu lainnya yang juga mulai jadi riak dalam uji publik kali ini adalah soal pungutan BHP (biaya hak penggunaan) konten multimedia. "Mengenai BHP, harusnya prinsip yang diusung pemerintah adalah membesarkan dulu the whole industry baru menikmati hasilnya kelak melalui penerimaan pajak," kata Teguh coba memberikan pandangan lain.

Toshiba Siap Pasarkan Televisi 3D Bebas Kacamata

Image
Sebuah terobosan baru dalam teknologi televisi 3 dimensi (3D) coba diciptakan Toshiba. Mereka akan segera memasarkan televisi 3D yang bisa dinikmati tayangannya tanpa bantuan kacamata. Toshiba mengklaim inovasinya ini jadi televisi 3D bebas kacamata pertama di dunia yang siap dipasarkan. Cukup sahih memang, karena televisi 3D yang dijual saat ini masih butuh kacamata khusus. Sedangkan teknologi televisi 3D bebas kacamata oleh vendor lain sedang dalam tahap pengembangan. Dikutip dari Wall Street Journal, Senin (4/10/2010), Toshiba bakal memasarkan televisi tersebut dalam pilihan ukuran 12 inch (12GL1) dan 20 inch (20GL1). Konsumen di Jepang mulai bisa membelinya pada Desember 2010. Sayangnya tidak ada keterangan apakah televisi canggih ini bakal dipasarkan secara global. Harganya sendiri masih terbilang mahal, mulai USD 1.430 atau sekitar Rp 12,7 juta. "Dalam soal harga atau ukuran layar, memang produk ini belum memuaskan. Namun jika Anda melihat akan seperti a...

Bandwidth HDTV-VoD First Media 320 Mbps

First Media, penyedia akses broadband kabel untuk internet dan siaran TV berbayar, akan mengalokasikan bandwidth sebesar 320 Mbps untuk menghadirkan layanan high definition (HDTV) dan video on demand (VoD). Layanan HDTV direncanakan hadir secara komersial akhir 2010 nanti seusai uji coba terhadap pelanggan prioritas First Media rampung dalam 2-3 bulan ini. Begitu pun dengan VoD. Konten siaran yang bisa ditonton kapan saja itu, sejatinya menurut Marcelus Ardiwinata, Deputy Director Strategic Business Development First Media, juga sudah siap secara sistem Desember tahun ini. "Kami masih menunggu kesiapan konten lokal. Karena ini momentum agar tak cuma konten asing saja yang tersedia di akses video on demand," jelasnya kepada detikINET di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (24/9/2010) Untuk menyediakan kualitas gambar yang baik, lanjut dia, dibutuhkan bandwidth dedicated 12 Mbps untuk untuk HDTV dan 8 Mbps khusus VoD. Jumlah bandwidth tersebut diklaim mampu dipenuhi oleh perusahaan y...

HDTV First Media Komersial akhir 2010

First Media, penyedia akses TV kabel berbayar, akan menghadirkan siaran berbasis high definition (HDTV) mulai akhir 2010 ini seusai merampungkan uji coba (trial) kepada 5.000 pelanggan prioritas. "Sejak bulan lalu kami baru menawarkan trial ke sekitar 300-500 pelanggan. Begitu trial selesai dalam 2-3 bulan, kami akan mulai komersialisasi, akhir tahun ini," kata Presiden Direktur First Media, Hengkie Liwanto di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (24/9/2010). Dalam uji coba HDTV ini, First Media menggandeng penyedia konten ESPN dan HBO. Namun dalam beberapa bulan ke depan, sebelum peluncuran, jumlah penyedia konten akan ditambah menjadi 12 channel. Menurut Presiden Komisaris PT First Media Peter F Gontha, dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, layanan channel televisi yang menggunakan HD dari First Media bisa mencapai seratus channel. "Dalam waktu empat bulan kami akan menghadirkan 12 channel HD, dan seratus channel dalam tiga tahun. Untuk mencapai 200 channel, maka kami butuh...

Intel Pamerkan Cikal Bakal Google TV

Image
Hari lahirnya Google TV sepertinya tinggal menunggu waktu. Partner resmi Google, yakni Intel bahkan telah mendemokan bagaimana kira-kira Google TV itu akan berjalan. CEO Intel Paul Otellini ditemani Tech Marketing Manager Intel Art Webb memamerkan platform layanan yang disebut-sebut sebagai televisi pintar (Smart TV) itu dalam gelaran Intel D eveloper Forum (IDF) 2010 yang dihelat di San Fransisco, Amerika Serikat. Dalam demo tersebut, terlihat bahwa layanan televisi masa depan ini dapat berjalan dengan mulus ketika berganti channel dari TV menjadi akses internet. Bahkan, dalam satu layar bisa ditampilkan dua display sekaligus (internet dan TV). Webb mengatakan, layanan TV pintar ini sudah layaknya seperti akses internet pada umumnya. Anda bisa mencari suatu informasi dalam mesin pencari Google, serta dapat berbagi game via Facebook dan situs lainnya. "Arsitektur yang telah dikembangkan Intel jadi mempermudah hal ini berjalan," umbarnya, dikutip detikINET dari...

TelkomVision Siapkan IPTV

Image
Televisi berbayar TelkomVision akan meluncurkan layanan televisi baru berbasis broadband IPTV Agustus mendatang. Layanan baru itu merupakan salah satu rencana strategis anak perusahaan Grup Telkom itu dalam memperluas pasar di industri televisi berbayar. Sebelumnya, TelkomVision dikenal melalui layanan televisi berbayar YesTV . Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT. Indonusa Telemedia, payung perusahaan televisi tersebut, Elvizar KH, dalam konferensi persnya di Jakarta, kemarin. ”Kami akan hadirkan dalam dua paket, yaitu paket premium dan paket bundling dengan speedy dan telepon rumah,” ujarnya. Direktur TI dan Konten Aris Hartoni mengungkapkan IPTV menghadirkan fitur yang berbeda dengan YesTV . Televisi berbasis internet itu memungkinkan interaksi penggunanya dalam penggunaan layanan lewat sejumlah fitur. Fitur-fitur itu seperti video on demand dan time shift untuk memutar kembali tayangan yang terlewat beberapa menit.

AORA TV, 50 Channels Ready

Image
Aora TV adalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh PT Karya Megah Adijaya milik Rini M. Soemarno dan Ongki M. Soemarno . Aora TV diluncurkan pada tanggal 7 Agustus 2008 di Jakarta . Produk pertama yang ditawarkan adalah paket perdana terbatas Olimpiade Beijing 2008, yang terdiri dari 10 kanal , 3 lokal dan 7 internasional. 4 kanal nya dikhususkan untuk siaran siaran Olimpiade non-stop. Paket yang ditawarkan setelah Aora TV berhasil memperoleh hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia untuk musim 2008-2009 yang semula dimiliki oleh Astro Nusantara adalah Paket Liga Inggris. Pecahnya kerjasama Astro All Asia Networks plc dan PT First Media Tbk (bagian dari Grup Lippo ) dalam PT Direct Vision , operator Astro Nusantara, dimanfaatkan oleh Aora TV untuk mendapatkan lisensi penyelenggaraan siaran Liga Inggris di Indonesia. Pada 16 April 2009 , Aora TV mengganti saluran Goal TV 1 , Goal TV 2, SCTV , History Channel , dan Crime & I...

TV Teresterial Akan Mati Paling Cepat 10 Tahun Lagi

Kalo melihat tanggalan di komputer, sebenarnya ini adalah postingan yang kedua di bulan Februari. Tapi ternyata Mr. Blogger perhitungannya lain, jadilah ini postingan yang pertama bulan februari, sekaligus merupakan ralat dari postingan sebelumnya yang menyatakan sebagai postingan pertama bulan Februari. Postingan kali ini diambil dari Notes teman saya di facebook, karena isi notesnya berhubungan dengan topik teknik penyiaran, saya pikir gak ada salahnya untuk dishare disini, sebagai selingan aja. Tidak ada maksud apapun dari postingan kali ini, hanya sebagai seru-seruan aja, biar gak terlalu serius. Berikut isi notes selengkapnya yang termuat di http://www.facebook.com//note.php?note_id=272006128640&comments=#/notes.php?id=521724117 Mengikuti rapat-rapat produksi program di televisi tempat saya bekerja biasanya membosankan, tapi kemarin malam agak berbeda. Rapat yang dimulai nyaris jam 20.00 WIB itu memang membuat saya kehilangan semangat awalnya. Seperti biasa saya memi...

Siaran Peluncuran Uji Coba Siaran TV Digital yang Amburadul

Untuk Postingan pertama di bulan februari ini, alangkah baiknya jika kita rehat sejenak dari hal-hal yang bersifat teknis. Postingan kali ini akan memuat tulisan dari Mas Ade Armando yang diposting di milis Naratama TV, tulisan ini sengaja di posting di blog ini sebagai bahan perenungan saja, apakah kita sebenarnya sudah siap dengan teknologi TV Digital atau baru hanya sebatas wacana saja dan seberapa besar kepentingan bisnis yang bermain di dalamnya. Berikut kutipan dari email Mas Ade Armando di milis NaratamaTV selengkapnya : Belakangan ini, komunitas penyiaran, pemerintah, DPR suka sekali bicara soal migrasi sistem pertelevisian kita ke sistem digital. Mau tahu seberapa siap kita dengan televisi digital? Siaran peluncuran uji coba siaran televisi digital di Bandung melalui TVRI (29/01/2010) bisa dijadikan indikator bagus: 1. Siarannya merupakan siaran tunda di menjelang tengah malam. Ini menunjukkan bahwa bahkan bagi TVRI pun ini bukan informasi penting. Para petin...

Migrasi dari Analog ke Digital (Lanjutan)

Setelah sebelumnya membahas tentang proses dan rencana migrasi dari analog ke digital yang dilakukan oleh beberapa negara di belahan dunia. Pada postingan kali ini akan dibahas mengenai “alasan pemerintah memilih standar DVB-T sebagi standar penyiaran TV digital di Indonesia”. Dari hasil ujicoba yang dilakukan sejak pertengahan tahun 2006 dapat dibuktikan bahwa teknologi DVB-T mampu me-multiplex-an beberapa program sekaligus. Enam program siaran dapat “dimasukkan” secara serentak ke dalam satu kanal TV berlebar pita 8 MHz, dengan kualitas cukup baik. di samping itu penambahan varian DVB-H (handheld) mampu menyediakan tambahan hingga enam program siaran lagi, khususnya untuk penerimaan bergerak (mobile) dan sangat memungkinkan bagi penambahan siaran-siaran TV baru. (sekedar informasi, perusahaan multiplexing yang akan menjadi provider untuk siaran TV digital sampai tulisan ini dibuat belum terbentuk dan masih menjadi rebutan beberapa perusahaan besar, baik yang bergerak di bidang tel...

Migrasi dari Analog ke Digital

Image
Setelah sebelumnya membahas tentang beberapa standar teknologi penyiaran TV Digital di dunia, maka kali ini kita akan mempelajari tentang migrasi dari analog ke digital, apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana prosesnya. Di Eropa, Amerika dan Jepang, migrasi ke sistem penyiaran TV digital sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Di Jerman, proyek ini telah dimulai sejak 2003 di kota Berlin dan 2005 di Munich. Pada akhir 2005 di Inggris telah dilakukan percobaan untuk mematikan beberapa penyiaran TV analog. pada 2010 (sekarang ini) Perancis juga akan menerapkan hal yang sama. Hal ini dikakukan untuk memastikan bahwa penghentian total sistem analog bisa dilakukan pada tahun 2012 ( note, di indonesia, rencana tentang penghentian total siaran analog akan dilakukan pada 2018 ). Di Amerika Serikat, Kongres bahkan telah memberikan mandat penghentian penyiaran TV analog secara total (switch off) pada tahun 2009. Jepang melakukan hal serupa (2011), sementara negara-negara lain di...

Teknologi Penyiaran TV Digital (Bag. 3)

Image
Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya . Pada postingan sebelumnya dibahas tentang standar penyiaran TV digital ATSC, selanjutnya akan dibahas tentang DVB-T, ISDB-T, T-DMB dan DMB-T. DVB-T diluncurkan pada september 1998 dan ISDB-T pada 1 desember 2003. Keduanya berbasis teknik  OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang dikombinasikan dengan interleaving dan memiliki kelebihan dalam menjangkau TV yang bergerak, bahkan yang berada di mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi. ( Note : OFDM dan interleaving pernah dibahas di topik sebelumnya ). DVB-T juga dapat diimplementasikan dalam mode SFN (Single Frequency Network) di mana suatu operator dapat memasang beberapa pemancar dengan frekuensi yang sama tersebar pada suatu area dengan tujuan memperluas dan memperbaiki kualitas cakupan tanpa perlu menambah frekuensi. Sedangkan sistem ISDB-T menggunakan BST-OFDM (Band Segmented Transmission – OFDM) sebagai sistem transmisi. Satu Kanal TV s...

Slot Satelit Negara Harus Dikelola Perusahaan Indonesia

Image
Pemerintah menilai pengelolaan slot satelit yang dikuasai negara, idealnya harus melalui perusahaan yang berbadan hukum di Indonesia. "Ini masalah kejelasan pembayaran BHP (Biaya Hak Penggunaan) frekuensi dan pajak," ujar Sekjen Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar di gedung Depkominfo, Jakarta. Penegasan ini terkait hilangnya nama satelit Indostar II--yang menggunakan slot Indonesia--setelah dibeli oleh perusahaan asing SES World Skies dari Protostar. Protostar merupakan mitra Media Citra Indostar (MCI)--selaku penyelenggara televisi berbayar Indovision--yang mengoperasikan Indostar II dalam bentuk kerjasama condo satelit (satu satelit mengisi beberapa slot). "Kami akan meminta klarifikasi dari MCI," kata Basuki. Menurut dia, pengelolaan slot satelit dalam negeri oleh perusahaan asing, dalam waktu jangka pendek, tidak masalah. Asalkan, perusahaan itu harus berbadan hukum lokal dulu. "Sebab, jika slot dibiarkan kosong, bisa kembali ditarik oleh ITU (In...