Posts

Showing posts from March, 2009

Black Burst atau Reference Sync atau Genlock

Image
Di zamannya TVRI, beberapa kali kita, walau cuma beberapa detik. disuguhkan acara dimana gambarnya kepotong di tengah, waktu itu kita tidak tahu kenapa bisa begitu, tahunya adalah kesalahan teknis. Di zaman sekarang ini, masih ada juga (walaupun sudah sangat jarang) kejadian seperti itu, dimana, tiba-tiba gambarnya di tengah, dan perlahan-lahan naik atau turun sebelum kembali ke frame semula, mungkin karena sudah dibenerin? Sebenarnya, mengapa hal itu bisa terjadi? Di kalangan broadcast engineer, biasanya langsung menduga bahwa hal itu terjadi karena genlocknya hilang (genlocknya gak ada) sehingga gambarnya tidak sync. Ada beberapa penyebutan untuk genlock tersebut, ada yang bilang sync , black burst atau sync reference sebenarnya makhluk apakah itu? Di dalam operasional studio televisi dan utamanya untuk signal video, maka tv synchronizing pulse atau genlock atau sync atau black burst atau sync reference sangat berperan menyerempakkan beberapa signal video dari berbagai sumber. Un...

Sekilas Perkembangan Siaran TV

Image
S ebelum lebih jauh melirik sekilas pada sejarah perkembangan siaran TV, ada baiknya kita menyegarkan sejenak memori kita pada istilah “broadcast” dan konsep siaran TV. Istilah “broadcast” berarti mengirimkan/menyiarkan ke seluruh penjuru. Antena pemancar memancarkan gelombang radio elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh antena penerima. Pemancar TV mempunyai 2 fungsi, yaitu memancarkan informasi suara (aural) dan memancarkan informasi gambar (visual). Sebenarnya konsep siaran TV merupakan perluasan metoda penyiaran program hiburan dan berita lainnya. Seperti halnya media suara pada konsep siaran radio, maka pada konsep TV ditambahkan visualisasi atau gambar. Kemampuan pesawat TV dalam mereproduksi gambar, tulisan, grafik dan informasi visual membuatnya tidak hanya digunakan untuk kepentingan hiburan dan informasi saja tapi juga untuk kepentingan komersial. Kini beralih pada perkembangan siaran TV. Sejalan dengan perkembangan teknologi pada pesawat penerima siaran TV,...

Istilah Dalam Teknik Penyiaran (Bagian 2)

Image
Setelah sebelumnya membahas tentang istilah A/B Loop (A/B repeat), ACC ( Automatic Color Correction) dan ADC (Analog to Digital Converter), maka kali ini akan membahas tentang AES (Audio Engineer Society), AFC (Automatic Frequency Control) dan AGC (Automatic Gain controller) AES (Audio Engineer Society) Ketika kita akan menghubungkan kabel audio antara satu alat dengan peralatan lain misal antar VTR digital, kita sering membaca istilah analog, SDI dan AES, sebenarnya apakah AES itu? AES adalah format compresi audio digital yang direkomendasiin oleh suatu badan yang bernama AES itu sendiri. AES (Audio Engineer Society) adalah satu-satunya perkumpulan kalangan profesional yang ditujukan khusus untuk teknologi audio. AES melayani para anggotanya, industri dan masyarakat dengan merangsang dan memfasilitasi kemajuan di bidang audio. Dengan mendorong dan menyebarkan pengembangan terbaru melalui rapat teknis tahunan dan pameran peralatan profesional, dan melalui Journal of the Audio ...

Istilah Dalam Teknik Penyiaran (Bagian 1)

Image
A / B Repeat atau A / B Loop Istilah ini digunakan ketika kita terus mengulang bagian dari sebuah program. Pengaturan A / B repeat merupakan kemampuan untuk memilih titik awal dan akhir dalam program dan ketika sampai pada titik akhir, akan kembali ke titik awal. Aturan dimana batas ditetapkan oleh media atau video player. Asalkan hardware dan software mengijinkannya, program materi pada hard drive komputer mudah dimasukkan ke dalam sebuah A / B Loop. Banyak VTR dan DVD player memiliki kemampuan pengaturan seperti ini. ACC (Automatic Color Correction) Sesuai dengan namanya, maka sirkuit ini digunakan untuk mengkoreksi warna secara otomatis. Sirkuit ini banyak ditemukan di perangkat untuk mengimbangi masalah "Never Twice the Same Color" yang ditemukan dalam kualitas siaran. Dia merubah saturasi warna sebagus jenis warna. Dalam kebanyakan alat dimana terdapat sirkuit ACC, maka fungsi tersebut tidak dapat dimatikan. A / D (Analog ke Digital) Converter Banyak in...

Sejarah ITU (International telecommunication Union) Bagian 2

Image
Pada tahun 1947, setelah perang dunia ke II sebuah konferensi diadakan di Atlantic City dengan tujuan membangun dan me-modernisasi organisasi tersebut. Dibawah suatu persetujuan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations), ITU menjadi bagian dari UN pada tanggal 15 Oktober 1947 dan selanjutnya pada tahun 1948 markas di kota Bern dipindahkan ke Genewa, Swiss. Pada saat yang sama, the International Frequency Registration Board (IFRB) dibentuk untuk meng-koordinasi tugas melakukan pemetaan spektrum radio dan dan tabel alokasi frekwensi yang diperkenalkan pada tahun 1912 dan diumumkan secara luas penggunaannya. Dalam tahun 1956, CCIT dan CCIF digabung dengan nama CCITT (International Telephone and Telegraph Consultative Committe) dalam rangka menjawab perkembangan ke dua jenis komunikasi ini. Tahun berikut nya telah ditandai dengan peluncuran satelit Sputnik-1, sebagai permulaan awal zaman ruang angkasa. Tahun 1963, dimulai peluncuran geostationary satelit komunikasi...

Sejarah ITU [International Telecommunication Union](bagian 1)

Image
Pada tulisan kali ini akan dipaparkan sejarah dari sebuah badan organisasi dunia yang mengatur tentang telekomunikasi. Tulisan ini akan dibagi ke dalam 2 bagian. Yaitu sebelum dan sesudah perang dunia ke dua (PD 2). Pada 24 Mei 1844, Samuel Morse mengirim pesan publik pertamanya di atas suatu garis telegraf antara Washington dan Baltimore, dan melalui tindakan sederhana ini, dimulailah zaman telekomunikasi . Hampir sepuluh tahun kemudian, telegrafi tersedia sebagai jasa layanan kepada khalayak ramai. Pada jaman itu, telegraf masih belum menyeberang perbatasan internasional. Sebab masing-masing negara menggunakan suatu sistem berbeda, pesan yang telah sampai, harus ditulis dan dijelaskan, diterjemahkan dan diserahkan pada perbatasan, kemudian di re-transmitted atas jaringan telegraf negara yang bertetangga. Dengan kondisi seperti itu, banyak negara-negara yang ingin secepatnya memutuskan untuk menetapkan pengaturan yang akan memudahkan interkoneksi antara jaringan nasional ...

DVB-H (Digital Video Broadcast - Handheld)

Image
Singkatan-singkatan seperti DVB-S untuk layanan Satelit, DVB-C untuk layanan Kabel dan DVB-T untuk Terestrial pastinya sudah cukup familiar bagi kalangan engineer yang bekerja pada penyiaran televisi. Akan tetapi masih ada yang belum pernah mendengar istilah DVB-H. Sistem transmisi pada penyiaran TV terestrial (DVB-T) dianggap cukup baik sebagai sistem penyiaran dengan target penerima pada rumah-rumah, kantor-kantor, mobil dan sebagainya. DVB-T sangat cocok untuk penerimaan pada perangkat-perangkat bergerak, meskipun penerima tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi, misalnya sampai 170 km/jam. Namun jika perangkat penerima tersebut dioperasikan dengan baterai, menggunakan antena tunggal pada jaringan luas berfrekuensi tunggal dan perangkat penerima tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi, maka pilihannya jatuh pada DVB-H. DVB-H didasarkan pada standar DVB-T yang sudah ada dan dimaksudkan untuk mendukung penerimaan layanan penyiaran pada terminla-terminal kecil / handheld yang bi...

Digital TV: Sampling Process

Image
Televisi konvensional analog mengirimkan gambar secara terus-menerus, 625 garis per-frame, 25 frame per detik, meskipun gambar yang dikirimkan tersebut adalah gambar diam. Sementara pada televisi digital, gambar dibagi-bagi kedalam segmen-segmen yg berisi elemen-elemen gambar terkecil yang disebut pixel. Pixel tersebut terbentuk dari bitstream yang mengandung informasi tentang posisi koordinat pixel pada gambar, serta level luminance dan chrominance-nya. Segmentasi sebuah tayangan dimulai dari sebuah sample block (pixel block) berupa matrix titik 8x8, yang mempunyai reference value dalam bentuk time domain. Bentuk time domain yang sangat informatif ini menyatakan informasi level luminance dan chrominance setiap pixel (64 pixel). Sample block ini mempresentasikan area dari sebuah tayangan. Penerima televisi digital melakukan decoding pixel demi pixel dari digital message ini untuk membentuk kembali frame lengkap dengan hasil yang mendekati sempurna. Televisi berwarna mencampur ti...

Proxy Video

Image
Proxy Video adalah bentuk dari metadata, yang dibangun dari arsip-arsip video dengan resolusi sangat rendah dan di-compress­ sekecil-kecilnya dimana file tersebut sebagai mirror dari file video dengan resolusi tinggi (original master digital recording). Karena Proxy AV memiliki timecode yang sinkron terhadap aslinya, sementara ukurannya lebih kecil (karena resolusinya) maka Proxy AV ini akan memudahkan proses editing, scripting dan viewing dari jarak jauh via jaringan TCP/IP. Penerapannya menjadi semakin luar biasa pada berita televisi, karena akan sangat menghemat waktu untuk mengedit proxy AV-nya terlebih dahulu sebelum dieksekusi secara otomatis pada database videonya ( menerapkan konsep offline editing). Editing dapat dilakukan dengan non-linear editor pada komputer portabel. Penggunaan proxy merupakan alternatif praktis untuk pengiriman kaset video maupun untuk penjadwalan satellite feeds dari remote location. Proxy video ini akan mengubah cara kerja yang umum pada produk...

Perbandingan Sistem Standar Digital (8VSB vs COFDM vs Segmented OFDM)

Image
Berikut ini saya tampilkan tulisan dari saudara Hwe Dong pada milis AEBI. Tidak diragukan lagi bahwa pergeseran ke arah televisi digital merupakan sesuatu yang harus terjadi. Seperti yang kita ketahui bersama, terdapat tiga standard yang berbeda yang digunakan diseluruh dunia untuk system DTTB (Digital Terestrial Television Broadcasting). DTV (ATSC) dikembangkan dan digunakan di USA, Canada, Korea Selatan dan beberapa negara lain. DVB-T di Eropa, Australia dan Singapura, dan ISDB-T di Jepang. Standard DTV (ATSC) didasarkan pada metode komunikasi single carrier sementara DVB-T dan ISDB-T mengembangkan metode multi carrier. Standar ATSC sempat mendapat penolakan dari beberapa broadcaster di USA karena kelemahannya dalam hal performance yang buruk pada lingkungan yang padat dengan interferensi multipath (misalnya pada kebanyakan daerah perkotaan) yang dikhawatirkan akan mengganggu area layanan NTSC yang sudah eksis. Meski demikian, perkembangan teknologi penerima diharapkan dapat me...

Indonesia Serba Digital Pada 2015

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia paling lambat pada tahun 2015 akan serba digital untuk seluruh perangkat elekronik termasuk televisi. "Pada 2015-2016 Indonesia diharapkan sudah 'totally digital'," kata Direktur Jenderal SKDI (Sistem Komunikasi dan Diseminasi Informasi) Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Freddy H. Tulung, di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan, pada 2015-2016 peralatan analog diperkirakan mulai ditinggalkan karena umurnya semakin tua dan tidak diproduksi lagi. "Kami bahkan mengharapkan lebih cepat dari itu karena setiap tahun kami ada evaluasi tahunan yang mengupayakan agar 'totally switch off analog' dengan digital," katanya. Freddy mengemukakan terdapat tiga tahap untuk program digitalisasi seluruh peralatan di Indonesia. Sepanjang 2008 lalu pihaknya mengalokasikan waktu untuk sosialisasi peralatan digital. Pada 2009-2010 pihaknya mulai melakukan uji coba dan terus menyosialisasikan pada kawasan yang lebih l...

White Balance

Image
Dalam dunia fotografi, white balance sebenarnya digunakan untuk menormalisasi warna yang ditangkap di atas film yang seringkali tidak alami karena faktor-faktor tertentu, misalnya cahaya atau faktor lain. Contohnya, ketika sinar matahari memasuki kedalaman di bawah air, secara perlahan-lahan warna-warna akan menghilang di kedalaman tertentu. Warna merah akan menghilang di kedalaman 5 meter, warna kuning di kedalaman 10 meter, sampai akhirnya warna biru dan hijau saja yang tersisa di atas kedalaman 18 meter [Majalah Behind the Screen Vol2 #11 | September 2006]. Untuk mengembalikan warna tersebut, digunakan filter white balance pada kamera manual, atau manual white balance setting untuk kamera digital yang tidak mendukung pemasangan filter. Akan tetapi selain digunakan untuk mengembalikan warna yang hilang, seringkali white balance dimanfaatkan untuk memberi efek visual pada foto. Misalnya filter CPL untuk mempertajam warna biru, filter Sephia untuk memberikan efek kusam seperti foto...

Digital Video Cassette Recorder Sony DVW-M2000P

Image
Tulisan ini merupakan tinjauan umum tentang digital video cassette recorder sony DVW-M2000P yang dimiliki oleh kantor tempat saya bekerja di PT. Adi Karya Visi. Apabila ada komentar ataupun pertanyaan tentang isi tulisan dan/atau yang berhubungan dengan VTR ini silakan isi di kolom komentar. DVW-M2000P adalah perekam videocasette digital berdasarkan format Digital Betacam. Unit ini menggunakan sirkuit terpadu skala besar untuk pemrosesan sinyal, dan memiliki konstruksi internal yang sederhana, yang memungkinkan untuk memberikan fungsional sekurang-kurangnya setara dengan VTR konvensional yang compact (ukuran 4U), ringan, desain konsumsi daya rendah. Tidak hanya menawarkan perekaman dan pemutaran format digital betacam, tetapi juga dapat memutar kaset yang direkam dalam format Betacam SX, Betacam analog, atau MPEG IMX tetapi tidak mendukung untuk perekaman ketiga format(Betacam SX, analog Betacam, MPEG IMX) tersebut. Digital Betacam Format Format betacam digital adalah suatu karakteri...

Instalasi TMC PostPro di Tendean Square

Image
Instalasi 2 buah edit suite audio-video dan 1 audio post pro dengan VTR Betacam Digital, VTR Betacam Analog dan VTR miniDV dengan menggunakan system patching dan VTR Centralized. Interface antara Computer MAC dan VTR menggunakan produk AJA KONA . Dengan menggunakan system patching maka akan menghemat biaya untuk pembelian VTR dan posisi VTR tidak perlu dipindah-pindah apabila ada yang mau transfer, print ataupun capture antara satu edit suite dengan yang lainnya. Dengan cara yang biasa (tidak menggunakan system patching), apabila kita ingin transfer di edit 1 misalnya, maka kita harus memindahkan VTR ke ruangan edit 1 dan menginstalasinya, dan apabila kita ingin nge-print di edit 2, maka kita mencopot kabel dan memindahkan VTR ke edit 2 dan menginstalasinya lagi. Tentu saja apabila hal tersebut dilakukan terus menerus akan sangat merepotkan dan tentunya membuat banyak waktu terbuang untuk menginstalasi dan mencopotnya kembali. dengan menggunakan system patching, maka yang putus-sambun...